Petunjuk Pelaksanaan dan Materi
MPLS 2018 - 2019 SD , SMP , SMA dan SMK -
Memasuki Tahun Pelajaran 2018 - 2019 , Sebagaimana Diketahui 3 ( Tiga ) Hari
Pada Permulaan Masuk Sekolah Diwajibkan Untuk Melaksanakan Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah ( MPLS ) Dahulu orang menyebutnya Masa Orientasi
Siswa (MOS), namun Setelah Terbitnya Permendikbud 18 tahun 2016 lalu
pemerintah mengubah nama tersebut menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
(MPLS). Nama tersebut diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat tentang
seramnya Masa Orientasi di sekolah, karena MOS jaman dahulu identik dengan
kegiatan peloncoan siswa, saling mengerjai siswa baru dan lain
sebagainya.
Kegiatan apa saja yang akan
diberikan kepada peserta didik baru di tahun 2018 ini?
Kami akan membagikan Petunjuk
Pelaksanaan dan file Materi MPLS yang dapat digunakan sebagai bahan
MPLS Tahun Pelajaran 2018 - 2019.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) Tahun Pelajaran 2018 - 2019 Perlu Dilakukan dengan tujuan untuk :
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) Tahun Pelajaran 2018 - 2019 Perlu Dilakukan dengan tujuan untuk :
a.
mengenali potensi diri siswa baru;
b.
membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya,
antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana
sekolah;
c.
menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
d.
mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
e. menumbuhkan perilaku positif
antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati
keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk
mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong
royong.
Berikut
ini merupakan penjelasan singkat mengenai materi-materi yang diberikan kepada
peserta didik baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
tahun ajaran 2018/2019 ini;
1.
Wawasan Wiyata Mandala
Peserta
didik akan diberikan pengetahuan mengenai arti dan makna wawasan wiyata mandala
itu sendiri, unsur-unsur wiyata mandala juga dibahas lengkap pada materi
tersebut. Selain itu, pemateri juga akan memberikan pengetahuan mendalam
mengenai Sekolah dan Fungsinya, supaya peserta didik faham tujuan mereka
berangkat ke sekolah setiap hari itu untuk apa saja. Hal tersebut berguna untuk
mengurangi tingkat kemalasan peserta didik dan membuat peserta didik memiliki
tujuan yang jelas ketika mereka berangkat ke sekolah.
2.
Kepramukaan
Peserta
didik akan dikenalkan lebih luas dan mendalam mengenai pentingnya mengikuti
kegiatan pramuka di sekolah. Karena hal tersebut merupakan proses pendidikan di
luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga yang harapan akhirnya
dengan mengikuti kegiatan pramuka ini akan membentuk watak, akhlak dan budi
pekerti luhur dan menjadi warga negara yang berjiwa pancasila setia dan patuh
kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang
baik dan berguna.
3. Kesadaran Berbangsa dan
bernegara
Pada materi ini peserta didik
akan diberi pemahaman mengenai pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara,
karena pengaruh globalisasi akhir-akhir ini dan juga panasnya suhu politik di
negara indonesia banyak orang yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan
golongannya daripada bangsa dan negaranya. Maka dari itu, seorang peserta didik
yang baik yang disiapkan untuk memajukan bangsa dan negaranya sendiri harus
memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang baik sehingga kelak dapat
berguna bagi bangsa dan negara.
4. Belajar Efektif
Pada tahap ini peserta didik
juga akan diberikan materi mengenai cara belajar yang baik dan benar. Jadi
mereka tidak bosan untuk membaca buku pelajaran dan mengerjakan tugas. Karena
canggihnya teknologi pada saat ini, banyak siswa yang malas untuk belajar,
mereka lebih suka nonton video online atau main game di android. Sudah bukan
hal yang istimewa lagi, zaman sekarang anak SD saja sudah banyak yang dibelikan
HP android sendiri oleh orang tuanya, bahkan terkadang lebih bagus dari gurunya
sendiri.
5. Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter perlu
ditegakkan di lingkungan sekolah. Hal tersebut sudah ditetapkan oleh
Permendikbud no.20 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter pada satuan
pendidikan formal. lantas, apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter itu sendiri.
Penguatan Pendidikan karakter adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab
satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi
hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama
antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan
Nasional Revolusi Mental.Materi
6. Tata Krama Siswa
Materi ini sangatlah penting
untuk diberikan kepada siswa. Mengingat saat ini banyak akhlak peserta didik
yang sudah mulai merosot dan luntur, maka tata krama siswa kepada temannya,
kepada gurunya dan kepada orang tuanya sangatlah penting untuk ditegakkan kembali.
Jangan sampai kejadian siswa memukul gurunya sendiri terulang kembali seperti
pada berita-berita di media nasional yang telah beredar belakangan ini.
7. Pengenalan Kurikulum
Pendidikan (Kurikulum 2013)
Peserta didik akan mendapatkan
penjelasan mengenai kurikulum 2013 yang merupakan kurikulum yang masih baru
yang diterapkan oleh pemerintah di semua jenjang satuan pendidikan. pada
kurikulum 2013 ada perubahan besar-besaran mengenai materi pembelajaran yang
diberikan kepada siswa. ada beberapa materi yang telah dirampingkan dan ada
juga yang ditambahkan. Salah satu materi yang dirampingkan adalah Bahasa
Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan. Adapun materi yang ditambah porsinya adalah Matematika. Untuk
matematika sendiri disesuaikan dengan pembelajaran standar Internasional.
8. Pembinaan Mental
Pendidikan dimanapun dan
kapanpun masih dipercaya orang sebagai media ampuh untuk membentuk kepribadian
anak ke arah kedewasaan. Pendidikan agama adalah unsur terpenting dalam
pendidikan moral dan pembinaan mental. Pendidikan moral yang paling baik
sebenarnya terdapat dalam agama karena nilai-nilai moral yang dapat dipatuhi
dengan kesadaran sendiri dan penghayatan tinggi tanpa ada unsur paksaan dari
luar, datangnya dari keyakinan beragama. Karenanya keyakinan itu harus dipupuk
dan ditanamkan sedari kecil sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari
kepribadian anak sampai ia dewasa. Melihat dari sini, pendidikan agama di
sekolah mendapat beban dan tanggung jawab moral yang tidak sedikit apalagi jika
dikaitkan dengan upaya pembinaan mental remaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar