Rabu, 01 Agustus 2018

Petunjuk MPLS 2018


Petunjuk Pelaksanaan dan Materi MPLS 2018 - 2019 SD , SMP , SMA dan SMK - Memasuki Tahun Pelajaran 2018 - 2019 , Sebagaimana Diketahui 3 ( Tiga ) Hari Pada Permulaan Masuk Sekolah Diwajibkan Untuk Melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS )  Dahulu orang menyebutnya Masa Orientasi Siswa (MOS), namun Setelah Terbitnya Permendikbud 18 tahun 2016  lalu pemerintah mengubah nama tersebut menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Nama tersebut diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat tentang seramnya Masa Orientasi di sekolah, karena MOS jaman dahulu identik dengan kegiatan peloncoan siswa, saling mengerjai siswa baru dan lain sebagainya. 
Kegiatan apa saja yang akan diberikan kepada peserta didik baru di tahun 2018 ini? 
Kami akan membagikan Petunjuk Pelaksanaan dan file Materi MPLS yang dapat digunakan sebagai bahan MPLS Tahun Pelajaran 2018 - 2019.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) Tahun Pelajaran 2018 - 2019 Perlu Dilakukan dengan tujuan untuk :
a. mengenali potensi diri siswa baru;
b. membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
c. menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
d. mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
e. menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong. 


Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai materi-materi yang diberikan kepada peserta didik baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2018/2019 ini;

1. Wawasan Wiyata Mandala
Peserta didik akan diberikan pengetahuan mengenai arti dan makna wawasan wiyata mandala itu sendiri, unsur-unsur wiyata mandala juga dibahas lengkap pada materi tersebut. Selain itu, pemateri juga akan memberikan pengetahuan mendalam mengenai Sekolah dan Fungsinya, supaya peserta didik faham tujuan mereka berangkat ke sekolah setiap hari itu untuk apa saja. Hal tersebut berguna untuk mengurangi tingkat kemalasan peserta didik dan membuat peserta didik memiliki tujuan yang jelas ketika mereka berangkat ke sekolah.


2. Kepramukaan
Peserta didik akan dikenalkan lebih luas dan mendalam mengenai pentingnya mengikuti kegiatan pramuka di sekolah. Karena hal tersebut merupakan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga yang harapan akhirnya dengan mengikuti kegiatan pramuka ini akan membentuk watak, akhlak dan budi pekerti luhur dan menjadi warga negara yang berjiwa pancasila setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna.

3. Kesadaran Berbangsa dan bernegara
Pada materi ini peserta didik akan diberi pemahaman mengenai pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara, karena pengaruh globalisasi akhir-akhir ini dan juga panasnya suhu politik di negara indonesia banyak orang yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan golongannya daripada bangsa dan negaranya. Maka dari itu, seorang peserta didik yang baik yang disiapkan untuk memajukan bangsa dan negaranya sendiri harus memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang baik sehingga kelak dapat berguna bagi bangsa dan negara.


4. Belajar Efektif
Pada tahap ini peserta didik juga akan diberikan materi mengenai cara belajar yang baik dan benar. Jadi mereka tidak bosan untuk membaca buku pelajaran dan mengerjakan tugas. Karena canggihnya teknologi pada saat ini, banyak siswa yang malas untuk belajar, mereka lebih suka nonton video online atau main game di android. Sudah bukan hal yang istimewa lagi, zaman sekarang anak SD saja sudah banyak yang dibelikan HP android sendiri oleh orang tuanya, bahkan terkadang lebih bagus dari gurunya sendiri.


5. Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter perlu ditegakkan di lingkungan sekolah. Hal tersebut sudah ditetapkan oleh Permendikbud no.20 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal. lantas, apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter itu sendiri. Penguatan Pendidikan karakter adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.Materi 

6. Tata Krama Siswa
Materi ini sangatlah penting untuk diberikan kepada siswa. Mengingat saat ini banyak akhlak peserta didik yang sudah mulai merosot dan luntur, maka tata krama siswa kepada temannya, kepada gurunya dan kepada orang tuanya sangatlah penting untuk ditegakkan kembali. Jangan sampai kejadian siswa memukul gurunya sendiri terulang kembali seperti pada berita-berita di media nasional yang telah beredar belakangan ini.


7. Pengenalan Kurikulum Pendidikan (Kurikulum 2013)
Peserta didik akan mendapatkan penjelasan mengenai kurikulum 2013 yang merupakan kurikulum yang masih baru yang diterapkan oleh pemerintah di semua jenjang satuan pendidikan. pada kurikulum 2013 ada perubahan besar-besaran mengenai materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa. ada beberapa materi yang telah dirampingkan dan ada juga yang ditambahkan. Salah satu materi yang dirampingkan adalah Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Adapun materi yang ditambah porsinya adalah Matematika. Untuk matematika sendiri disesuaikan dengan pembelajaran standar Internasional.


8. Pembinaan Mental
Pendidikan dimanapun dan kapanpun masih dipercaya orang sebagai media ampuh untuk membentuk kepribadian anak ke arah kedewasaan. Pendidikan agama adalah unsur terpenting dalam pendidikan moral dan pembinaan mental. Pendidikan moral yang paling baik sebenarnya terdapat dalam agama karena nilai-nilai moral yang dapat dipatuhi dengan kesadaran sendiri dan penghayatan tinggi tanpa ada unsur paksaan dari luar, datangnya dari keyakinan beragama. Karenanya keyakinan itu harus dipupuk dan ditanamkan sedari kecil sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari kepribadian anak sampai ia dewasa. Melihat dari sini, pendidikan agama di sekolah mendapat beban dan tanggung jawab moral yang tidak sedikit apalagi jika dikaitkan dengan upaya pembinaan mental remaja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PPDB SMK Negeri 1 Bantul Tahun Pelajaran 2020/2021

PENGUMUMAN PPDB DARING/ONLINE TAHUN PELAJARAN 2020/2021 SMK NEGERI 1 BANTUL SMK Negeri 1 Bantul menerima Peserta Didik baru Tahun P...